Rabu, Januari 07, 2009

Br. 203, 13.51 wib di 10 desember 08

berani bertaruh?
semalam bulan menangis bersamaku
meneteskan air mata duka cita
karena sahabatnya ini tak bisa menghentikan isak

adakah yang melihat langit semalam?
redup, gelap, hitam, pekat
menemani aku yang tak dapat menghentikan sedu yang malah semakin keras

dimanakah bintang semalam?
mereka sembunyi di balik awan
mengintip aku yang semakin rapuh

taukah semburat hitam semalam?
itulah nestapa yang menghalangi aku mencari sinar bahagia

percayakah, bahwa dingin yang menusuk itulah aku?
yang menjelma menjadi kelu diantara hening yang menyembunyikan luka

dengarkah bisikan angin kemarin?
yang mengabarkan pada penjuru semesta bahwa aku terkurung duka

dan taukah apa runut doa yang kupanjatkan ditengah semesta?
bahwa aku mengharapkan DIA





zoElzZ


Tidak ada komentar: