berani bertaruh?
semalam bulan menangis bersamaku
meneteskan air mata duka cita
karena sahabatnya ini tak bisa menghentikan isak
adakah yang melihat langit semalam?
redup, gelap, hitam, pekat
menemani aku yang tak dapat menghentikan sedu yang malah semakin keras
dimanakah bintang semalam?
mereka sembunyi di balik awan
mengintip aku yang semakin rapuh
taukah semburat hitam semalam?
itulah nestapa yang menghalangi aku mencari sinar bahagia
percayakah, bahwa dingin yang menusuk itulah aku?
yang menjelma menjadi kelu diantara hening yang menyembunyikan luka
dengarkah bisikan angin kemarin?
yang mengabarkan pada penjuru semesta bahwa aku terkurung duka
dan taukah apa runut doa yang kupanjatkan ditengah semesta?
bahwa aku mengharapkan DIA
zoElzZ
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar