bukankah saia sudah terlalu banyak gagal
ada baiknya kali ini saia mengambil kesempatan berhasilnya
bila kemaren kepala buntu dan mata dibutakan
ada baiknya kali ini kembalilah pada diri sebelumnya
saia sudah bekerja keras
sudah berusaha semampunya menerima kekurangan orang lain
dan melakukan kebaikan tanpa pandang bulu
ada baiknya kali ini jadilah diri yang kemaren
yang menyukai kecerdasan
mencintai ketinggian
dengan level yang tinggi
bukan harus meninggi
cukuplah menurunkan standard sehingga melemahkan dan tidak menghargai diri sendiri
Minggu, Desember 31, 2017
Selasa, Desember 26, 2017
apakah aku putus asa
yang jelas aku tidak punya keinginanan untuk bangkit
bahkan untuk sekdar membalas
aku lelah berupaya
lelah berjuang
aku sudah terlalu lama bergelut dengan kesakitan
aku tak tau kapan pastinya
yang jelas sejak aku dapat mengingat
aku hanya mengingat kepahitan
apakah aku picik
namun berbagai keceriaan yang kulewati
aku ingat itu hanya kebohongan
hanya pelarian rasa sakitku yang lain
aku berbohng dan berpura bahagia agar orang-orang tak tahu bahwa aku
bersedih selalu
dibuang, diabaikan bukan hal baru
aku akan menyimpannya sendiri
mengobati sendiri
dan menutupinya sendiri
aku terlalu takut untuk menerima iba dari orang lain
kemudian aku membagi
tidak aku bercerita luka-luka itu
namun aku makin terluka lagi
aku tidak pasti apa yang sebenarnya membuat lukaku kali ini terasa amat sakit
mungkin ini kalkulasi dari robekan-robekan yang sudah ada
aku tidak punya
aku terlalu bingung bagaimana kembali pada keluargaku
aku tidak punya uang
aku tidak punya semangat untuk sekedar mencarinya
aku lelah
tak ada cita-citaku yang terwujud
aku bahkan kehilangan modal
aku tidak cantik
kemudian aku menua tanpa tumbuh
aku menjadi orang berumur dengan tanpa kemampuan
aku menghabiskan 15 tahunku tanpa mendapat apa-apa
kalau aku menikah pada waktu itu setidaknya aku punya sesuatu untuk kuperjuangkan
kalau aku bekerja dengan baik, setidaknya sekarang aku bukan benalu
kalau aku belajar dengan tekun setidaknya aku punya kehormatan sekarang
dari semua
aku tidak punya apa-apa
yang jelas aku tidak punya keinginanan untuk bangkit
bahkan untuk sekdar membalas
aku lelah berupaya
lelah berjuang
aku sudah terlalu lama bergelut dengan kesakitan
aku tak tau kapan pastinya
yang jelas sejak aku dapat mengingat
aku hanya mengingat kepahitan
apakah aku picik
namun berbagai keceriaan yang kulewati
aku ingat itu hanya kebohongan
hanya pelarian rasa sakitku yang lain
aku berbohng dan berpura bahagia agar orang-orang tak tahu bahwa aku
bersedih selalu
dibuang, diabaikan bukan hal baru
aku akan menyimpannya sendiri
mengobati sendiri
dan menutupinya sendiri
aku terlalu takut untuk menerima iba dari orang lain
kemudian aku membagi
tidak aku bercerita luka-luka itu
namun aku makin terluka lagi
aku tidak pasti apa yang sebenarnya membuat lukaku kali ini terasa amat sakit
mungkin ini kalkulasi dari robekan-robekan yang sudah ada
aku tidak punya
aku terlalu bingung bagaimana kembali pada keluargaku
aku tidak punya uang
aku tidak punya semangat untuk sekedar mencarinya
aku lelah
tak ada cita-citaku yang terwujud
aku bahkan kehilangan modal
aku tidak cantik
kemudian aku menua tanpa tumbuh
aku menjadi orang berumur dengan tanpa kemampuan
aku menghabiskan 15 tahunku tanpa mendapat apa-apa
kalau aku menikah pada waktu itu setidaknya aku punya sesuatu untuk kuperjuangkan
kalau aku bekerja dengan baik, setidaknya sekarang aku bukan benalu
kalau aku belajar dengan tekun setidaknya aku punya kehormatan sekarang
dari semua
aku tidak punya apa-apa
Senin, Desember 18, 2017
aku sungguh bukan ingin mengeluh
sungguh ingin mensyukuri semua
sungguh
tapi ini terlanjur sakit
aku sesak
airmataku berjatuhan
sungguh
aku tidak merencanakannya
aku pun teramat sangat lelah bila harus terus menerus terlukan dengan cerita yang sama untuk waktu yang lama
tapi aku sungguh terluka
sungguh
aku berusaha menerima semua kondisi dan keadaanku
sungguh
tapi jalan yang ini menyakitkan sekali
tak patutkah aku untuk sekedar dicintai saja
atau akukah yang masih saja bodoh untuk memilih
mana yang cinta mana yang terpaksa
sungguh
kali ini aku bahkan tak tau apa lagi yang tertinggal di kepala
aku berdosa
aku berdoa
sesungguhnya aku takut termat sangat mengeluh seperti ini
tapi kali ini
sungguh ingin mensyukuri semua
sungguh
tapi ini terlanjur sakit
aku sesak
airmataku berjatuhan
sungguh
aku tidak merencanakannya
aku pun teramat sangat lelah bila harus terus menerus terlukan dengan cerita yang sama untuk waktu yang lama
tapi aku sungguh terluka
sungguh
aku berusaha menerima semua kondisi dan keadaanku
sungguh
tapi jalan yang ini menyakitkan sekali
tak patutkah aku untuk sekedar dicintai saja
atau akukah yang masih saja bodoh untuk memilih
mana yang cinta mana yang terpaksa
sungguh
kali ini aku bahkan tak tau apa lagi yang tertinggal di kepala
aku berdosa
aku berdoa
sesungguhnya aku takut termat sangat mengeluh seperti ini
tapi kali ini
Jumat, Desember 01, 2017
Rabu, November 22, 2017
aku bertanya-tanya
apakah aku memang tidak pernah punya kesempatan bahagia
atau aku yang terlalu picik hingga tak sekalipun melihat kebahagiaan
aku berfikir setiap waktu
memutar otak
apakah memang seperti itu
suatu waktu aku menyalahkan orang lain
di banyak kesempatan aku menyalahkan diriku
bisa jadi begitulah aku larut dalam ketidakbahagiaan yang kubuat
aku memaksa keadaan untuk mengasihi aku
aku memaksa keadaan untuk membahagiakan aku
namun aku bahkan tidak membahagiakan diriku sendiri
orang-orang bilang aku pintar
aku berulang kali menyangkalnya
bukan karena aku ingin rendah hati
namun karena aku memang jauh dari pintar
aku bahkan tidak memahami banyak hal sederhana
aku tidak mengerti bagaimana mencintai
tidak mengerti bagaimana dicintai
tidak mengerti bagaimana menghadapi masalah
tidak mengerti bagian mana yang harus dipendam dan diungkapkan
tidak mengerti bagian mana saatnya berhenti dan di bagian mana terus berlanjut
tidak mengerti mana yang harus dihadapi mana yang harus dihindari
kali ini tak mungkin lagi aku menyalahkan orang lain
karena tidak ada yang memberitahu
karena tidak ada yang mengajari
tidak ada yang memarahi
tidak ada yang peduli
apakah aku harus menyalahkan orang lagi setidaknya orang tuaku karena ketidakmampuanku
apakah aku memang tidak pernah punya kesempatan bahagia
atau aku yang terlalu picik hingga tak sekalipun melihat kebahagiaan
aku berfikir setiap waktu
memutar otak
apakah memang seperti itu
suatu waktu aku menyalahkan orang lain
di banyak kesempatan aku menyalahkan diriku
bisa jadi begitulah aku larut dalam ketidakbahagiaan yang kubuat
aku memaksa keadaan untuk mengasihi aku
aku memaksa keadaan untuk membahagiakan aku
namun aku bahkan tidak membahagiakan diriku sendiri
orang-orang bilang aku pintar
aku berulang kali menyangkalnya
bukan karena aku ingin rendah hati
namun karena aku memang jauh dari pintar
aku bahkan tidak memahami banyak hal sederhana
aku tidak mengerti bagaimana mencintai
tidak mengerti bagaimana dicintai
tidak mengerti bagaimana menghadapi masalah
tidak mengerti bagian mana yang harus dipendam dan diungkapkan
tidak mengerti bagian mana saatnya berhenti dan di bagian mana terus berlanjut
tidak mengerti mana yang harus dihadapi mana yang harus dihindari
kali ini tak mungkin lagi aku menyalahkan orang lain
karena tidak ada yang memberitahu
karena tidak ada yang mengajari
tidak ada yang memarahi
tidak ada yang peduli
apakah aku harus menyalahkan orang lagi setidaknya orang tuaku karena ketidakmampuanku
Senin, November 20, 2017
Jumat, November 17, 2017
tidak apa
itu sudah menyenangkan pernah jatuh cinta
membahagiakan pernah menjadi bahagia
tidak apa
kalupun airmata itu masih mengalir
menangis saja
tidak apa
menyenangkan melalui waktu yang panjang bersama
berpisah hanya tentang kapan
berpisah hanya tentang bagaimana
tidak apa
bila itu sekarang
tidak apa
meski dengan cara menyakitkan
tidak apa
hanya perlu mulai berlari lagi
bila terlalu lelah berjalan saja pelan
tidak apa
bila lelah juga, duduklah sejenak
berbaringlah bila perlu
tidak apa
istirahatlah sampai mampu berjalan lagi
tidak apa
bila tidak lagi orang yang menghapus airmata
maka sekalah dengan ujung lengan
bila tidak lagi yang datang menghibur
tariklah otot pipi tersenyum
bila tidak ada tempat mengadu
tulis saja baik dengan kalimat teratur atau asal
tidak apa
semenyakitkan apapun
tidak apa berharap akan datang waktu yang akan baik
semenyedihkan apapun
tidak apa berdoa menjadi bahagi
tidak apa walau semua terlihat mustahil kini
tidak apa
selama apapun
tidak apa berhitung saja bilangan hingga miliaran
tidak apa
semua akan baik baik lagi
itu sudah menyenangkan pernah jatuh cinta
membahagiakan pernah menjadi bahagia
tidak apa
kalupun airmata itu masih mengalir
menangis saja
tidak apa
menyenangkan melalui waktu yang panjang bersama
berpisah hanya tentang kapan
berpisah hanya tentang bagaimana
tidak apa
bila itu sekarang
tidak apa
meski dengan cara menyakitkan
tidak apa
hanya perlu mulai berlari lagi
bila terlalu lelah berjalan saja pelan
tidak apa
bila lelah juga, duduklah sejenak
berbaringlah bila perlu
tidak apa
istirahatlah sampai mampu berjalan lagi
tidak apa
bila tidak lagi orang yang menghapus airmata
maka sekalah dengan ujung lengan
bila tidak lagi yang datang menghibur
tariklah otot pipi tersenyum
bila tidak ada tempat mengadu
tulis saja baik dengan kalimat teratur atau asal
tidak apa
semenyakitkan apapun
tidak apa berharap akan datang waktu yang akan baik
semenyedihkan apapun
tidak apa berdoa menjadi bahagi
tidak apa walau semua terlihat mustahil kini
tidak apa
selama apapun
tidak apa berhitung saja bilangan hingga miliaran
tidak apa
semua akan baik baik lagi
Kamis, November 02, 2017
Selasa, Oktober 31, 2017
Minggu, Oktober 01, 2017
Almanak
Sayup sayup dalam doa
almanak ini menjadwalku tersenyum lebar
berbahagia sedemikian rupa
tertawa tersipu sipu
sebentar lagi aku tidak sendiri menjalani hidup yang rumit
ada orang yang akan membantuku memecahkan rumus rumus phitagoras hidup yang tidak sesederhana soal di ujian tengah semester
toh meski tak melampaui pemahamanku akan angka angka lebih dari itu dia punya filsafat tentang aksara
tentang hati yang baik, tentang empati yang luas dan sabar tanpa batas
aku mendapatkan hadiah berlipat ganda dari tuhan
menemukan belahan jiwa, belahan fikir, belahan hati
saling melengkapi
aku beruntung
fikirku
pagi nanti
aku akan mengunjungi ribuan sahabatku sahabatnya
bermohon restu, berbagi doa
mereka akan bahagia dengan kebahagiaanku
mereka akan tersenyum menggodaku
aku malu dengan bahagia
aku beruntung
fikirku
gaun merah emas seharusnya sudah dibalut balut ke badanku
tempel sana sini
tusuk berganti ganti
mereka akan bilang aku cantik
aku malu tapi bahagia
aku beruntung
fikirku
tapi
itu hanya runutan doa dari pendosa
runutan pinta dari pelaku ribuan khilaf
apakah dia tak tahu langit dimana
nyatanya
tanggalnya berlinang tangis panjang
mencari cari aksara yang tertinggal
bolehkah aku bahagia
bisakah aku beruntung
berterima kasih pada tuhan semesta
bahwa narasi di atas tidak terjadi dengan orang yang salah
bila ya
betapakah sisa hidup yang kujalani
berterima kasih pada tuhan semesta
bahwa narasi di atas tidak terjadi dengan orang yang salah
bila ya
betapakah sisa hidup yang kujalani
Selasa, September 19, 2017
ini jantung bukan hati
Ini berlebihan
Benar benar berlebihan
Jantungku sakit bukan kepalang
Sakit dalam arti yang sebenarnya
Sungguh sungguh sakit
Seperti ada tombak yang menusuknya
Aku tak bernafas
Sakitnya bukan main
Ngilu bercampur perih
Apa lagi yang tak diterima raga
Bahkan akal fikirku sudah mengabaikannya
Apa lagi yang diminta oleh tubuh
Apa lagi kebutuhan organ
Ah, melankolia
Aku tak percaya
Bagaimana limbikku bereaksi hanya dengan memandang tatapnya
Ah, temanku berkhianat dengan menunjukkan fotonya padaku
Foto paling tepat meluluhlantakkan pertahanan yang kubangun
Foto dengan tatapan lurus tajam
Brengsek
Ini berlebihan
Benar benar berlebihan
Bagaimana bisa katub jantungku gugup
Gugu memompa darah
Ah, sorot mata itu bukan yang aku ingat terakhir kali
Aku mengingat tatapan penuh benci
Bukan tatapan lurus tajam foto itu
Tatapan itu brengsek
Menghentikan aku bernafas
Memilukam debaran jantungku
Ini jantung bukan hati
Bagaimana mungkin jantung yang sakit bukan hati
Itu kesakitan paling brengsek
Benar benar berlebihan
Jantungku sakit bukan kepalang
Sakit dalam arti yang sebenarnya
Sungguh sungguh sakit
Seperti ada tombak yang menusuknya
Aku tak bernafas
Sakitnya bukan main
Ngilu bercampur perih
Apa lagi yang tak diterima raga
Bahkan akal fikirku sudah mengabaikannya
Apa lagi yang diminta oleh tubuh
Apa lagi kebutuhan organ
Ah, melankolia
Aku tak percaya
Bagaimana limbikku bereaksi hanya dengan memandang tatapnya
Ah, temanku berkhianat dengan menunjukkan fotonya padaku
Foto paling tepat meluluhlantakkan pertahanan yang kubangun
Foto dengan tatapan lurus tajam
Brengsek
Ini berlebihan
Benar benar berlebihan
Bagaimana bisa katub jantungku gugup
Gugu memompa darah
Ah, sorot mata itu bukan yang aku ingat terakhir kali
Aku mengingat tatapan penuh benci
Bukan tatapan lurus tajam foto itu
Tatapan itu brengsek
Menghentikan aku bernafas
Memilukam debaran jantungku
Ini jantung bukan hati
Bagaimana mungkin jantung yang sakit bukan hati
Itu kesakitan paling brengsek
aku harus memulai darimana
bukankah aku sudah selesai
tidak mengharapkan
bahkan menolak bila saja kembalinya
lalu kenapa aku
hal apa yang aku tangisi
hal apa yang sebenanrnya ingin aku sesali
aku sesegukan
aku sedang berusaha sadar
mengembalikan akal sehat
mengembalikan fikiran jernih
mengembalikan jiwa yang kuat
namun apa ini
sisi lain itu meronta ronta
menjerit
meneriaki aku yang kejam
meneriaki aku yang tak sabar
tak setia
tak gigih
tak teguh
sisi apa itu
aku bahkan sudah berhenti menyebut namanya di doa
lalu mengapa suara suara itu memanggilku pengecut
apakah kesakitanku masih kurang?
ah selalu saja akuterperdaya ucapan orang
tanpa tegar dengan keputusan sendiri
sebelum iba pada orang lain apa tidak sebaiknya
aku iba pada dirisendiri
ah selalu saja akuterperdaya ucapan orang
tanpa tegar dengan keputusan sendiri
sebelum iba pada orang lain apa tidak sebaiknya
aku iba pada dirisendiri
Sangat lama
Cerita ini sudah terlalu banyak
Kadang aku malas hingga ingin lupa untuk sekedar membagi dan menumpahkannya
Tidak ingin semakib marah
Atau lebih tepatnya tidak ingin mengulang ulang lagi
Kadang aku malas hingga ingin lupa untuk sekedar membagi dan menumpahkannya
Tidak ingin semakib marah
Atau lebih tepatnya tidak ingin mengulang ulang lagi
Entah aku yang gila atau
Aku tidak beruntung
Harus selalu berurusan dengan orang orang yang suka menyakiti
Atau mereka hanya tidak suka bila aku istimewa
Aku tidak beruntung
Harus selalu berurusan dengan orang orang yang suka menyakiti
Atau mereka hanya tidak suka bila aku istimewa
Senin, September 18, 2017
Tanpa Peduli
aku berusaha mengembalikan akal sehatku
berfikir jernih, dengan rasional
sebagai manusia
berusaha menyadarkan diri
bangun dari mimpi yang teramat panjang
bangkit dari dongeng dongeng yang aku tinggali
hidup
lalu apalagi yang menyelinap
rasa yang samakah
aku mengintrogasi diri
menohok banyak pertanyaan
mengorek- ngorek sudut terdalam hati
ketidakpedulian sadarku mencekik ketenangan
aku bahkan hampir tidak perduli apa yang akan terjadi
matikah dengan kekejaman yang diciptakannya
gilakah dengan kesadisan yang dibangunnya
aku tidak peduli
berusaha tidak peduli
urusan keluarganyalah apa yang akan terjadi pada mereka
urusannya lah apa yang akan memenjaranya
urusan hidupnya apa yang menggilakannya
namun kemudian
apa yang menggelisahkan
apa yang mendebarkan dan memompa jantungku lebih cepat
apa yang aku khawatirkan
empati memuakkan menjalar menusuk nusuk empedu yang makin pahit
iba memelintir jantung yang detaknya memburu
ah brengsek
tak bisakah tutup mata, telinga saja
tanpa harusmenjadi manusia
hidup
lalu apalagi yang menyelinap
rasa yang samakah
aku mengintrogasi diri
menohok banyak pertanyaan
mengorek- ngorek sudut terdalam hati
ketidakpedulian sadarku mencekik ketenangan
aku bahkan hampir tidak perduli apa yang akan terjadi
matikah dengan kekejaman yang diciptakannya
gilakah dengan kesadisan yang dibangunnya
aku tidak peduli
berusaha tidak peduli
urusan keluarganyalah apa yang akan terjadi pada mereka
urusannya lah apa yang akan memenjaranya
urusan hidupnya apa yang menggilakannya
namun kemudian
apa yang menggelisahkan
apa yang mendebarkan dan memompa jantungku lebih cepat
apa yang aku khawatirkan
empati memuakkan menjalar menusuk nusuk empedu yang makin pahit
iba memelintir jantung yang detaknya memburu
ah brengsek
tak bisakah tutup mata, telinga saja
tanpa harusmenjadi manusia
Kamis, Maret 23, 2017
Semua jadi terasa sebentar sekali, singkat. Matahari sudah terbit ratusan kali. Sementara rasa dinginnya tak pergi juga. Malah semakin membeku dan membekukan. Terlalu banyak hal yang berubah- ubah. Terkadang sulit menahan diri untuk tidak menyesal. Sulit menahan perasaan untuk tidak kecewa, marah, terluka atau sedih tiada tara. Sesekali aku tegar, namun di banyak waktu menjadi terlalu rapuh. Mengandai - andai hal hal yang semakin membuat patah, patah hati patah jiwa.
Banyak hal yang hilang. Kecerdasan, ketaatan, kegigihan, keyakinan, percaya diri dan segala keinginan. Taukah kau rasanya hidup tanpa keinginan? Jangan pernah, jangan coba. Itu adalah kondisi terburuk dari manusia. Tak punya cita cita. Putus asa.
Langganan:
Komentar (Atom)
