Selasa, September 19, 2017

ini jantung bukan hati

Ini berlebihan
Benar benar berlebihan
Jantungku sakit bukan kepalang
Sakit dalam arti yang sebenarnya
Sungguh sungguh sakit
Seperti ada tombak yang menusuknya
Aku tak bernafas
Sakitnya bukan main
Ngilu bercampur perih
Apa lagi yang tak diterima raga
Bahkan akal fikirku sudah mengabaikannya
Apa lagi yang diminta oleh tubuh
Apa lagi kebutuhan organ
Ah, melankolia
Aku tak percaya
Bagaimana limbikku bereaksi hanya dengan memandang tatapnya
Ah, temanku berkhianat dengan menunjukkan fotonya padaku
Foto paling tepat meluluhlantakkan pertahanan yang kubangun
Foto dengan tatapan lurus tajam
Brengsek
Ini berlebihan
Benar benar berlebihan
Bagaimana bisa katub jantungku gugup
Gugu memompa darah
Ah, sorot mata itu bukan yang aku ingat terakhir kali
Aku mengingat tatapan penuh benci
Bukan tatapan lurus tajam foto itu
Tatapan itu brengsek
Menghentikan aku bernafas
Memilukam debaran jantungku
Ini jantung bukan hati
Bagaimana mungkin jantung yang sakit bukan hati
Itu kesakitan paling brengsek
selesai

hilang berganti

tentang

aku harus memulai darimana
bukankah aku sudah selesai
tidak mengharapkan
bahkan menolak bila saja kembalinya

lalu kenapa aku 
hal apa yang aku tangisi
hal apa yang sebenanrnya ingin aku sesali

aku sesegukan
aku sedang berusaha sadar
mengembalikan akal sehat
mengembalikan fikiran jernih
mengembalikan jiwa yang kuat

namun apa ini
sisi lain itu meronta ronta
menjerit
meneriaki aku yang kejam
meneriaki aku yang tak sabar
tak setia
tak gigih
tak teguh

sisi apa itu
aku bahkan sudah berhenti menyebut namanya di doa
lalu mengapa suara suara itu memanggilku pengecut

apakah kesakitanku masih kurang?

ah selalu saja akuterperdaya ucapan orang
tanpa tegar dengan keputusan sendiri
sebelum iba pada orang lain apa tidak sebaiknya
aku iba pada dirisendiri




rfrfgt

Sangat lama

Cerita ini sudah terlalu banyak
Kadang aku malas hingga ingin lupa untuk sekedar membagi dan menumpahkannya
Tidak ingin semakib marah
Atau lebih tepatnya tidak ingin mengulang ulang lagi
Entah aku yang gila atau
Aku tidak beruntung
Harus selalu berurusan dengan orang orang yang suka menyakiti
Atau mereka hanya tidak suka bila aku istimewa

Senin, September 18, 2017

Tanpa Peduli

aku berusaha mengembalikan akal sehatku
berfikir jernih, dengan rasional
sebagai manusia
berusaha menyadarkan diri
bangun dari mimpi yang teramat panjang
bangkit dari dongeng dongeng yang aku tinggali

hidup
lalu apalagi yang menyelinap
rasa yang samakah
aku mengintrogasi diri
menohok banyak pertanyaan
mengorek- ngorek sudut terdalam hati

ketidakpedulian sadarku mencekik ketenangan
aku bahkan hampir tidak perduli apa yang akan terjadi
matikah dengan kekejaman yang diciptakannya
gilakah dengan kesadisan yang dibangunnya
aku tidak peduli
berusaha tidak peduli

urusan keluarganyalah apa yang akan terjadi pada mereka
urusannya lah apa yang akan memenjaranya
urusan hidupnya apa yang menggilakannya

namun kemudian
apa yang menggelisahkan
apa yang mendebarkan dan memompa jantungku lebih cepat
apa yang aku khawatirkan

empati memuakkan menjalar menusuk nusuk empedu yang makin pahit
iba memelintir jantung yang detaknya memburu
ah brengsek
tak bisakah tutup mata, telinga saja
tanpa harusmenjadi manusia