berfikir jernih, dengan rasional
sebagai manusia
berusaha menyadarkan diri
bangun dari mimpi yang teramat panjang
bangkit dari dongeng dongeng yang aku tinggali
hidup
lalu apalagi yang menyelinap
rasa yang samakah
aku mengintrogasi diri
menohok banyak pertanyaan
mengorek- ngorek sudut terdalam hati
ketidakpedulian sadarku mencekik ketenangan
aku bahkan hampir tidak perduli apa yang akan terjadi
matikah dengan kekejaman yang diciptakannya
gilakah dengan kesadisan yang dibangunnya
aku tidak peduli
berusaha tidak peduli
urusan keluarganyalah apa yang akan terjadi pada mereka
urusannya lah apa yang akan memenjaranya
urusan hidupnya apa yang menggilakannya
namun kemudian
apa yang menggelisahkan
apa yang mendebarkan dan memompa jantungku lebih cepat
apa yang aku khawatirkan
empati memuakkan menjalar menusuk nusuk empedu yang makin pahit
iba memelintir jantung yang detaknya memburu
ah brengsek
tak bisakah tutup mata, telinga saja
tanpa harusmenjadi manusia
hidup
lalu apalagi yang menyelinap
rasa yang samakah
aku mengintrogasi diri
menohok banyak pertanyaan
mengorek- ngorek sudut terdalam hati
ketidakpedulian sadarku mencekik ketenangan
aku bahkan hampir tidak perduli apa yang akan terjadi
matikah dengan kekejaman yang diciptakannya
gilakah dengan kesadisan yang dibangunnya
aku tidak peduli
berusaha tidak peduli
urusan keluarganyalah apa yang akan terjadi pada mereka
urusannya lah apa yang akan memenjaranya
urusan hidupnya apa yang menggilakannya
namun kemudian
apa yang menggelisahkan
apa yang mendebarkan dan memompa jantungku lebih cepat
apa yang aku khawatirkan
empati memuakkan menjalar menusuk nusuk empedu yang makin pahit
iba memelintir jantung yang detaknya memburu
ah brengsek
tak bisakah tutup mata, telinga saja
tanpa harusmenjadi manusia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar