Senin, September 18, 2017

Tanpa Peduli

aku berusaha mengembalikan akal sehatku
berfikir jernih, dengan rasional
sebagai manusia
berusaha menyadarkan diri
bangun dari mimpi yang teramat panjang
bangkit dari dongeng dongeng yang aku tinggali

hidup
lalu apalagi yang menyelinap
rasa yang samakah
aku mengintrogasi diri
menohok banyak pertanyaan
mengorek- ngorek sudut terdalam hati

ketidakpedulian sadarku mencekik ketenangan
aku bahkan hampir tidak perduli apa yang akan terjadi
matikah dengan kekejaman yang diciptakannya
gilakah dengan kesadisan yang dibangunnya
aku tidak peduli
berusaha tidak peduli

urusan keluarganyalah apa yang akan terjadi pada mereka
urusannya lah apa yang akan memenjaranya
urusan hidupnya apa yang menggilakannya

namun kemudian
apa yang menggelisahkan
apa yang mendebarkan dan memompa jantungku lebih cepat
apa yang aku khawatirkan

empati memuakkan menjalar menusuk nusuk empedu yang makin pahit
iba memelintir jantung yang detaknya memburu
ah brengsek
tak bisakah tutup mata, telinga saja
tanpa harusmenjadi manusia






Tidak ada komentar: