Jumat, April 17, 2009

12 april 09

Di pertiga detik yang lain, aku menganggap dia adalah jawaban atas “Tanya” yang tak pernah ada
Di detik berikutnya, aku merasa dia adalah akibat dari sebab yang pun tak belum ada
Di detik selanjutnya, aku tau dia jalan dari simpang yang pun tak bercabang

Aku bernafas sendirinya
Namun ada dia ditiap aku mennghembuskannnya
Aku berdiri sendirinya
Namun dia ada menopang aku di tiap tegakku

Percayakah?
Bahwa getarku tak meski saat dia menatap aku di retina
Percayakah?
Bahwa degupku tak berarti saat dia menyentuh tanganku
Percayakah?
Bahwa tak ada melati meski berdua dengannya

Tapi percayalah
Semua rasaku adalah nya

12 april 09

Langit malam itu sahabat yang mengikuti, selalu
Langit malam itu sahabat yang menemani aku, dimanapun
Langit malam itu sahabat yang menjaga aku, atas perintah tuhannya

Kau fikir gelap itu tak berarti saat ditakdirkan untuk menemani malam
Kau fikir hening itu tak bermakna ketika ditetapkan bersama malam<
Kau fikir pekat itu tak bermaksud ketika disandingkan dengan malam

Maka berartilah aku yang memeluknya erat hingga telah jauhpun dia tetap ada bersamaku
Meski di sudut tempat yang jauh yang pun tak ada orang yang sama
Di waktu yang berbeda pun dengan dentang yang tak sama
Maka langit malam bersamaku

12 april '09
ngecamp di penen!!

awalnya aku menyangka semua hanya sebatas keinginan untuk menyenangi diri saja
menghibur hati saja, menyayangi diri saja

tapi secara mendadak dantiba- tiba
semua bukan hanya sebatas membahagiakan hati
ada rasa yang menyeruak, terjun bebas menghujam dasar hati.
siapa yang pernah berfikir akan ada warna lain yang akhirnya membercak padaku
warna yang sama namun juga berbeda

hal- hal yang asing aku buat ketika disana

Tidak ada komentar: