angin menceracau
menyampaikan salam dari nyiur yang mulai enggan melambai.
nyiur bilang, "aq tak melambai dengan tulus lagi karena sahabatq di laut sana tlah pergi digusur limbah yang datang silih berganti."
tapak- tapak hujan tlah putus asa karena tak jua menemukan tanah yang sanggup mengandung benih untuk dilahirkan dengan selamat.
tanah bilang, "petani telah menceraikanq semenjak harga pupuk melambung jauh."
bebatuan tak lagi tentram menyimpan mulia yang berdesakan mencari celah untuk keluar.
tanah bilang, "mereka memaksa ingin terkenal seperti orang- orang berhidung besar yang gila tahta."
sedang bulan tertunduk lesu menyesali malam yang tak lagi mampu menyimpan rahasia.
malam bilang, "kini, dosa bukan saja milik hening dan gelap, karena mentari pun tlah menonton dan menerangkannya pada siang dan terang."
zoelzz

Tidak ada komentar:
Posting Komentar